Kesehatan

Cara Lolos Tes Buta Warna Dengan Mudah

Tes buta warna adalah tes yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita buta warna atau tidak. Buta warna adalah keadaan dimana seseorang tidak dapat melihat warna-warna tertentu atau membedakan antara beberapa warna. Tes ini menggunakan sejumlah kartu atau lukisan yang berisi warna-warna yang berbeda, dan seseorang diharuskan untuk mengenali warna tersebut. Biasanya dilakukan oleh dokter mata atau optometrist, atau dapat juga dilakukan secara mandiri dengan menggunakan beberapa aplikasi online atau software.

Penyebab Gagal Tes Buta Warna

Ada 4 jenis buta warna, jika Anda memiliki salah satunya, maka dipastikan tak akan lulus tes.

Deuteranopia

Deuteranopia adalah jenis buta warna yang ditandai oleh ketidakmampuan seseorang untuk membedakan antara warna hijau dan merah. Ini disebabkan oleh ketidaknormalan pada pigmen warna pada sel-sel retina yang disebut coni. Coni yang normal memiliki tiga jenis pigmen warna yang berbeda, yaitu pigmen merah, hijau, dan biru. Namun, pada seseorang yang menderita deuteranopia, coni hijau tidak bekerja dengan baik atau tidak ada sama sekali.

Sebagai akibatnya, seseorang dengan deuteranopia akan kesulitan membedakan warna-warna hijau dan merah, dan akan cenderung melihat warna-warna tersebut sebagai warna abu-abu atau coklat. Karena itu, dengan deuteranopia ia mungkin gagal dalam tes buta warna yang mengandung warna hijau dan merah.

Deuteranopia adalah jenis buta warna yang paling umum dijumpai di dunia, sekitar 5-7% dari populasi memiliki Deuteranopia.

Deuteranomaly

Deuteranomaly adalah jenis buta warna yang ditandai oleh ketidaknormalan pada pigmen warna pada sel-sel retina yang disebut coni. Coni yang normal memiliki tiga jenis pigmen warna yaitu pigmen merah, hijau, dan biru. Namun, pada seseorang yang menderita Deuteranomaly, pigmen hijau pada coni tidak bekerja dengan baik, sehingga seseorang dengan Deuteranomaly akan memiliki kesulitan dalam mengenali perbedaan warna hijau dan merah.

Dalam kondisi ini, warna hijau dapat terlihat lebih merah daripada seharusnya, sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengenali warna yang sebenarnya. Beberapa kondisi ini dapat dikenali dengan tes buta warna, seperti Ishihara atau Hardy-Rand-Rittler yang digunakan untuk menentukan jenis buta warna yang diderita. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini dapat tidak terdeteksi dengan tes buta warna konvensional, sehingga perlu dilakukan tes tambahan untuk mengetahui jenis buta warna yang diderita.

Deuteranomaly merupakan jenis buta warna yang paling sering dijumpai, sekitar 4-6% dari populasi menderita deuteranomaly.

Protanopia

Protanopia adalah jenis buta warna yang ditandai oleh ketidakmampuan seseorang untuk membedakan antara warna merah dan warna-warna yang dekat dengan merah. Ini disebabkan oleh ketidaknormalan pada pigmen warna pada sel-sel retina yang disebut coni. Coni yang normal memiliki tiga jenis pigmen warna yaitu pigmen merah, hijau, dan biru. Namun, pada seseorang yang menderita protanopia, coni merah tidak bekerja dengan baik atau tidak ada sama sekali.

Sebagai akibatnya, seseorang dengan protanopia akan kesulitan membedakan warna merah dan warna-warna yang dekat dengan merah, dan akan cenderung melihat warna-warna tersebut sebagai warna abu-abu atau hijau. Protanopia merupakan jenis buta warna yang paling jarang dijumpai, hanya sekitar 1% dari populasi menderita protanopia.

Protanomaly

Protanomaly adalah jenis buta warna yang ditandai oleh ketidaknormalan pada pigmen warna pada sel-sel retina yang disebut coni. Coni yang normal memiliki tiga jenis pigmen warna yaitu pigmen merah, hijau, dan biru. Namun, pada seseorang yang menderita Protanomaly, pigmen merah pada coni tidak bekerja dengan baik.

Dalam kondisi ini, warna merah dapat terlihat lebih hijau daripada seharusnya, sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengenali warna yang sebenarnya. Beberapa kondisi ini dapat dikenali dengan tes buta warna, seperti Ishihara atau Hardy-Rand-Rittler yang digunakan untuk menentukan jenis buta warna yang diderita. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini dapat tidak terdeteksi dengan tes buta warna konvensional, sehingga perlu dilakukan tes tambahan untuk mengetahui jenis buta warna yang diderita.

Protanomaly adalah jenis buta warna yang lebih jarang ditemukan dibandingkan deuteranomaly, sekitar 1-2% dari populasi menderita protanomaly

Apa Yang Dilihat Oleh Orang yang Buta Warna?

Dengan menggunakan pelat tes buta warna ishihara, orang yang memiliki mata normal dan buta warna melihat hasil yang berbeda, sehingga mereka mendapat jawaban yang salah.

Baca Juga  Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Lihat gambar dibawah ini dan uji apakah mata kamu normal

sapi
Rata-rata orang menjawab: Sapi. sedangkan yang Buta Warna Merah Hijau menjawab : Rusa

 

26
Rata-rata Orang menjawab: 26
Buta Warna Merah: 6
Buta Warna Hijau: 2
angka 6 test
Rata-rata Orang Menjawab: 6
Buta Warna Merah Hijau: 5

Jangan berpartisipasi dalam aktivitas berat sebelum tes, yang dapat dengan mudah membuat mata menjadi lelah. Hal ini juga membuatnya mustahil untuk memilih jawaban yang benar dalam tes buta warna. Menurut percobaan para ilmuwan di University of Houston di Amerika Serikat, di bawah rangsangan cahaya yang kuat untuk waktu yang lama, saraf optik kacamata manusia akan lelah, dan mudah untuk gagal lulus tes buta warna.

Jadi umumnya tidak menggunakan mata untuk waktu yang lama sebelum tes, seperti bermain game tv sepanjang malam, ponsel, dll. Terutama di klub malam, cahayanya sangat menyilaukan. Di lingkungan ini untuk waktu yang lama, rangsangan pada kacamata akan sangat kuat.

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan perubahan dalam penglihatan warna. Ini termasuk obat antipsikotik chlorpromazine dan thioridazine. Antibiotik ethambutol (Myambutol), yang mengobati tuberkulosis, dapat menyebabkan masalah saraf optik dan kesulitan melihat beberapa warna.

Cara lulus Tes Buta Warna

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesempatan lulus dalam tes buta warna, diantaranya:

  1. Terapkan teknik penglihatan: Belajarlah teknik-teknik penglihatan yang dapat meningkatkan kualitas penglihatan Anda, seperti melatih penglihatan perifer, melatih penglihatan binokuler, dan melatih fokus mata.
  2. Gunakan alat bantu: Gunakan alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak untuk memperbaiki penglihatan Anda dan mempermudah dalam mengenali warna.
  3. Jaga kesehatan mata: Jaga kesehatan mata Anda dengan cara yang baik, seperti menjauhkan diri dari sinar matahari yang terlalu terik, tidak merokok, dan mengonsumsi makanan yang sehat untuk mata.
  4. latihan: Latih diri anda dengan mengenali warna-warna dari beberapa sumber , seperti buku warna atau aplikasi online yang tersedia.
  5. Periksakan ke dokter mata : Jika Anda merasa kesulitan dalam mengenali warna, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter mata untuk mengetahui apa penyebabnya dan mendapatkan saran yang tepat.

Itu adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kesempatan lulus dalam tes buta warna, namunj ika Anda seorang penderita buta warna dan harus mengikuti ujian, tentu saja Anda khawatir bahwa ujian tersebut akan sulit atau mustahil untuk bisa lulus. Anda pasti sudah mengetahui bahwa terdapat banyak cara bagi orang yang memiliki penglihatan normal untuk menyontek dalam soal ujian tulis, dan berpikir apakah ada cara bagi orang yang buta warna untuk bisa berbuat curang pada saat tes berlangsung. Terdapat satu cara untuk mencobanya Anda bisa memburamkan penglihatan untuk melihat angkanya denga Memburamkan penglihatan dan menggosok-gosok mata. Hal ini bisa dilakukan dengan menutup satu mata lalu mata yang lain berkedip dengan cepat. Tujuannya adalah untuk memburamkan huruf-huruf pada tes sehingga mereka terlihat seperti bergerak-gerak. Ketika menekan jari ke dinding, meja atau apapun itu sesuatu yang solid, ini akan membuat fokus pada satu bagian saja dari tes di waktu yang bersamaan.

Buta Warna Tidak Dapat Disembuhkan Tapi Bisa DiKoreksi

Buta warna umumnya dianggap tidak dapat disembuhkan, karena biasanya disebabkan oleh gangguan genetik atau kerusakan pada mata yang tidak dapat dikembalikan. Namun, ada beberapa tindakan korektif yang dapat diambil untuk membantu individu dengan buta warna untuk melihat dan membedakan warna dengan lebih baik.

Salah satu solusi paling umum bagi orang-orang dengan buta warna adalah memakai kacamata atau lensa kontak khusus yang dirancang untuk menyaring cahaya dengan cara yang memperkuat warna-warna yang sulit dilihat oleh individu tersebut. Kacamata ini dapat sangat berguna bagi orang-orang dengan buta warna merah-hijau, karena dapat membantu meningkatkan kontras antara warna merah dan hijau.

Opsi lain bagi beberapa orang dengan buta warna adalah menggunakan perangkat lunak atau aplikasi yang dapat mengubah warna yang ditampilkan pada komputer atau perangkat mobile untuk membuat mereka lebih jelas.

Perlu diingat bahwa tidak semua bentuk buta warna dapat diperbaiki dengan metode ini dan tingkat efektivitasnya mungkin berbeda tergantung pada individu dan jenis buta warna yang mereka alami.

Dalam setiap kasus, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mata atau optometrist untuk mengetahui jenis buta warna, tingkatnya dan metode koreksi yang paling sesuai.

Artikel Terkait

Back to top button